Kamis, 21 Juni 2012

PENYEBAB ATASAN TIDAK DIHARGAI BAWAHAN

Dalam suatu perusahaan, peran seorang pemimpin sangat diperlukan. Namun perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menjadi atasan bisa otomatis menjadi pimpinan yang bisa memimpin bawahannya dengan bijaksana dan tidak mengedepankan subyektifitas serta ego. Adakalanya atasan tidak bisa memimpin bawahannya sehingga membuatnya tidak dihargai oleh bawahannya. Sikap hormat yang selama ini ditunjukkan hanya sebatas karena jabatan yang disandangnya, bukan karena kearifan dan kebijaksanaannya dalam memimpin bawahannya. 
Berikut adalah beberapa penyebab mengapa seorang atasan tidak dihargai oleh bawahannya :
  1. Atasan yang merasa bahwa dia adalah seorang pemimpin
Idealnya, seseorang dikatakan pemimpin atau bukan adalah dari sudut pandang orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena itu adalah cara pandang yang subyektif. Kasus di Perum X, ada seorang atasan di sebuah Divisi yang gampang sekali menyalahkan kinerja bawahannya. Atasan tersebut membawahi atasan dari sub-sub divisi di bawah wilayah kerjanya. Dia selalu mengatakan bahwa kepala sub tidak becus menjadi seorang pemimpin karena orang itu tidak sanggup memimpin anak buahnya. Kurang tegas serta tidak bisa mengambil tindakan yang tepat. Padahal atasan yang mengatakan hal itu sendiri tidak mau menegur bawahan secara langsung. Begitu ada bawahan yang melakukan kesalahan, tiba-tiba sikap atasan tersebut berubah dan "melengos" begitu melihat. Sama sekali tidak ada klarifikasi dan langsung mempercayai omongan yang tidak benar dari anak buah lainnya.

2. Atasan yang menginginkan bawahannya selalu aktif melaporkan segala sesuatu namun dia sendiri tidak pernah survey langsung ke bawahan.
Sikap seperti ini membuat bawahan merasa malas karena atasan sendiri tidak aktif. Seakan-akan atasan tersebut harus selalu ditunjukkan mana yang benar dan mana yang salah tetapi pandangannya subyektif.

3. Atasan yang menginginkan bawahannya selalu terbuka tetapi dia sendiri tidak pernah di kantor dan terburu-buru dalam menanggapi permasalahan bawahannya.
Atasan seperti ini yang membuat siapapun yang menjadi bawahannya menjadi enggan untuk terbuka. Siapa yang mau mengungkapkan semua masalah secara gamblang jika atasan itu terlalu terburu-buru memberikan solusi yang tidak sesuai dengan masalah yang sebenarnya karena sikap terburu-buru. Sehingga pemberian solusi itu karena pemaparan masalah yang setengah-setengah namun langsung dipotong karena cenderung mengedepankan ego daripada berfikir secara jernih.

4.  Atasan yang tidak "care" dengan bawahannya
Ini adalah penyebab yang sangat fatal. Jika atasan saja tidak tahu menahu posisi serta tanggung jawab anak buahnya, serta tidak mengerti harus bagaimana saat ada pegawai baru, maka tidak salah jika bawahan tidak menghargai atasan macam ini. 

5.  Atasan yang sering membanggakan diri sendiri
Ini juga salah satu alasan bawahan tidak menyukai tipe atasan seperti ini. Selalu membanggakan diri sendiri di depan bawahannya. Mengatakan jika pekerjaan di Divisi/ Department lain selalu beres kalau dia yang menangani, namun tidak jika atasan lain yang menangani. Padahal dalam kenyataannya dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan selalu dimarahi oleh atasannya yang lebih tinggi.

6.  Atasan yang sering meremehkan bawahannya hanya karena sekali saja melakukan kesalahan
Atasan seperti ini sungguh sangat tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin dan juga tidak pantas untuk dihormati. Bagaimana bisa seorang atasan langsung men"judge" bawahannya dengan nilai buruk kalau pernah berbuat kesalahan. Padahal semua orang pasti pernah melakukan kesalahan sebara fatalpun masalah itu.

7.  Atasan yang tidak menghargai kehadiran pegawai baru karena tidak sesuai dengan permintaan pegawai yang diinginkannya.
Ini adalah perbuatan yang paling menyakitkan bagi seorang bawahan karena merasa tidak dibutuhkan oleh atasan. Akibatnya dalam kesehariannya pun pekerjaannya tidak ada yang dihargai jika dari awalnya saja atasan sudah tidak cocok dengan pegawai baru yang dikirimkan oleh Kantor Pusat.

8.  Atasan yang sering meremehkan pejabat lain
Ini membuktikan bahwa dia tidak lebih baik dari pejabat yang dia remehkan. Gampang sekali menjelekkan kinerja orang lain tanpa melihat kinerjanya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan atasan itu juga sering diremehkan oleh pejabat lain.

Dari beberapa sebab di atas, masih ada sebab lain yang menjadikan seorang atasan tidak disukai oleh bawahannya. Semua tergantung dari jenis perusahaan, kondisi, dan budaya dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan itu lebih didasari oleh sistem kekeluargaan, maka bisa dipastikan pegawai yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan akan terus dipojokkan dan diremehkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tolong kasih comment yah...buat kritik dan saran yang membangun sangat diterima dengan senang hati.